Melalui kegiatan budi daya pakan ternak dan inseminasi ternak di tahun
2011 di Kabupaten Sumenep, diharapkan dapat berhasil dengan maksimal,
sehingga persediaan pakan ternak di Kabupaten paling timur di Madura ini
tidak sampai mengalami kendala yang sangat signifikan.
Hal tersebut diungkapkan Kepala Bidang Budi Daya dan Pengembangan Ternak
Dinas Petrenakan Kabupaten Sumenep, Umar Fatah, S.Pt mengungkapkan,
pakan ternak merupakan syarat mutlak yang harus terpenuhi oleh
masyarakatat petani untuk menjaga pertumbuhan hewan piaraannya.
Salah satu upaya untuk melaksanakan pengembangan pakan ternak tersebut,
pihaknya bekerjasama dengan Universitas Brawijaya Malang, dengan
mengadakan pelatihan untuk pembudi dayaan rumput gajah.
“Dengan budidaya rumput gajah ini diharapkan mampu memenuhi kebutuhan
pakan hewan. Sebab rumput gajah mengandung vitamin khusus bagi penambah
perkembangan sapi. “Ujarnya.
Dijelaskan, melalui pelatihan penanaman rumput gajah kepada masyarakat
petani, nantinya masyarakat secara mandiri dapat lebih banyak memiliki
persediaan pakan ternak. Apalagi saat ini merupakan awal musim hujan,
dan sangat tepat untuk memulai budidaya rumput gajah.
Disamping itu menurut Umar Fatah, pihaknya juga melaksanakan kegiatan
inseminasi buatan (kawin suntik) tanpa harus di kawinkan dengan sapi
jantan seperti biasanya. Sehingga, lebih mudah dan hasilnya dapat lebih
maksimal tapa harus mengeluarkan biaya dan tenaga.
“Diharapkan, dengan pengetahun dan ilmu yang dimiliki tersebut para
peternak dapat menjadikan usaha ternak sebagai penyanggah ekonomi
masyarakat untuk sejahtera,
DESA : KEBUNDADAP TIMUR - KECAMATAN: SARONGGI - KABUPATEN: SUMENEP - Berkarya demi terwujudnya masyarakat informatif sebagai dasar bagi pembentukan masyarakat madani yang sehat, cerdas, trampil, kreatif, inovatif, produktif dan mandiri.
Tampilkan postingan dengan label informasi pertanian. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label informasi pertanian. Tampilkan semua postingan
Jumat, 11 November 2011
Senin, 31 Oktober 2011
RUMPUT LAUT DI SUMENEP RUSAK AKIBAT FAKTOR ALAM
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Sumenep, Ir. Moh
Jakfar, MM mengakui, jika rusaknya rumput laut pada selama bulan Oktober
2011 ini, murni disebabkan faktor alam.
“Sesuai hasil pantauan kami, baik diwilayah pesisir daratan maupun kepulauan, kerusakan rumput laut diakibatkan faktor alam. Sekarang kan di Sumenep lagi diselimuti cuaca panas. Nah, kondisi inilah berdampak pada air laut juga panas, sehingga rumput laut yang ditanam petani tidak bisa berkembang dan banyak yang rontok,”kata Jakfar, ketika dihubungi melalui telepon genggamnya, Sabtu (29/10).
Jakfar mengungkapkan, untuk sementara pihaknya belum bisa berbuat banyak, terkait kerusakan rumput laut.
“Rusaknya rumput laut Ini kan disebabkan faktor alam. Jadi, kami tidak bisa apa-apa,”terangnya.
Menurut Jakfar, kondisi ini sudah musim terjadi tiap tahun, ketika memasuki bulan Agustus hingga Oktober 2011.
“Kami tidak heran lagi kalau rumput laut banyak yang rusak pada bulan-bulan tersebut. Biasanya, kondisi normal jika sudah memasuki musim hujan. Makanya, untuk saat ini kami meminta pada warga pesisir, supaya tidak memaksakan diri menanam rumput laut, sampai menunggu cuaca normal yang diserta turunnya hujan,”ungkapnya.
Namun, kata Jakfar, selain faktor alam, ada sebagain kecil rumput laut yang rusak itu disebabkan terkena penyakit.
“Untuk rumput laut yang terkena penyakit, baru kami bisa bertindak, dengan melakukan penelitian guna mengetahui penyakit tersebut. Kalau sudah diketahui, kami akan memberikan penawarnya, agar rumput laut yang bertahan hidup bisa dibudidayakan,”ujarnya.
Sementara, Kepala Stasiun Meteorologi Kalianget, Sumenep, Syamsul Arifin menjelaskan, cuaca panas di Sumenep sekarang mencapai puncaknya, yakni 35 derajad celcius, dengan kecepatan angin antara 5 hingga 50 kilometer/jam.
“Dampaknya cuaca di Sumenep akan terasa lebih panas dibanding sebelumnya. Kondisi ini akan terjadi hingga dekade kedua bulan Nopember 2011. Antara tanggal 11 hingga 21 Nopember 2011 nanti,
“Sesuai hasil pantauan kami, baik diwilayah pesisir daratan maupun kepulauan, kerusakan rumput laut diakibatkan faktor alam. Sekarang kan di Sumenep lagi diselimuti cuaca panas. Nah, kondisi inilah berdampak pada air laut juga panas, sehingga rumput laut yang ditanam petani tidak bisa berkembang dan banyak yang rontok,”kata Jakfar, ketika dihubungi melalui telepon genggamnya, Sabtu (29/10).
Jakfar mengungkapkan, untuk sementara pihaknya belum bisa berbuat banyak, terkait kerusakan rumput laut.
“Rusaknya rumput laut Ini kan disebabkan faktor alam. Jadi, kami tidak bisa apa-apa,”terangnya.
Menurut Jakfar, kondisi ini sudah musim terjadi tiap tahun, ketika memasuki bulan Agustus hingga Oktober 2011.
“Kami tidak heran lagi kalau rumput laut banyak yang rusak pada bulan-bulan tersebut. Biasanya, kondisi normal jika sudah memasuki musim hujan. Makanya, untuk saat ini kami meminta pada warga pesisir, supaya tidak memaksakan diri menanam rumput laut, sampai menunggu cuaca normal yang diserta turunnya hujan,”ungkapnya.
Namun, kata Jakfar, selain faktor alam, ada sebagain kecil rumput laut yang rusak itu disebabkan terkena penyakit.
“Untuk rumput laut yang terkena penyakit, baru kami bisa bertindak, dengan melakukan penelitian guna mengetahui penyakit tersebut. Kalau sudah diketahui, kami akan memberikan penawarnya, agar rumput laut yang bertahan hidup bisa dibudidayakan,”ujarnya.
Sementara, Kepala Stasiun Meteorologi Kalianget, Sumenep, Syamsul Arifin menjelaskan, cuaca panas di Sumenep sekarang mencapai puncaknya, yakni 35 derajad celcius, dengan kecepatan angin antara 5 hingga 50 kilometer/jam.
“Dampaknya cuaca di Sumenep akan terasa lebih panas dibanding sebelumnya. Kondisi ini akan terjadi hingga dekade kedua bulan Nopember 2011. Antara tanggal 11 hingga 21 Nopember 2011 nanti,
Langganan:
Postingan (Atom)