Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispenduk Capil) Kabupaten Sumenep
terus memaksimalkan sosialisasi kepada masyarakat terkait dengan
persiapan pelaksanaan Elektronik Kartu Tanda Penduduk (E-KTP) pada 2012
nanti. Sebab, penyadaran masyarakat untuk datang sangat penting sehingga
program E-KTP tersebut dapat terlaksana secara maksimal.
Hal tersebut diungkapkan Kepala Bidang Pelayanan Dokumen Kependuukan
Dispenduk Capil Kabupaten Sumenep, Adnan, SH. Menutrutnya, pelaksanaan
program E-KTP yang dilaksanakan secara gratis karena sudah dianggarakan
melalui Anggaran Pendapatan Belanja Negara ( APBN), dan Anggaran
Pendapatan Belanja Daerah ( APBD) Kabupaten Sumenep.
“Harapan kami, mudah mudahan pelayanan yang kami lakukan secara
serentak, bisa berjalan mencapai minimal 75 hingga 90 persen.”Ujarnya.
Karena itu tegas Adnan, pelayanan bagi pemohon surat-surat kependudukan
seperti KTP, KK dan Akte kelahiran saat itu terus disemarakan di
sejumlah kecamatan, sehingga pada saatnya nanti, tidak lagi kesulitan
dengan berbagai persyaratan adminitrasi kependudukan. Dan pada
pelaksanaan E_KTP nanti sesuai dengan jadwal yang sudah direncanakan.
Yakni, diperkirakan dalam 6 bulan harus tuntas. Karena itu harus diawali
dengan kesadaran masing-masing penduduk untuk memperlancar program
E-KTP karena juga akan mempermudah masyarakat sendiri sebagai penduduk
resmi suatu daerah dengan tanda bukti sidik jari dan pemotretan yang
dilakukan secara elektronik.
“Disamping itu target pencapaian penduduk ber KTP tahun ini tetap harus
menjadi perhatian dan bisa mencapai target hingga akhir 2011 nanti,
disamping sukses pelaksanaan E-KTP 2011.
DESA : KEBUNDADAP TIMUR - KECAMATAN: SARONGGI - KABUPATEN: SUMENEP - Berkarya demi terwujudnya masyarakat informatif sebagai dasar bagi pembentukan masyarakat madani yang sehat, cerdas, trampil, kreatif, inovatif, produktif dan mandiri.
Tampilkan postingan dengan label LAYANAN KTP. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label LAYANAN KTP. Tampilkan semua postingan
Senin, 10 Oktober 2011
Selasa, 03 Mei 2011
LAYANAN KTP MASIH DIKELUHKAN
Surabaya-
Dewan menilai biaya pengurusan administrasi kependudukan Kota Surabaya
2010 tergolong besar, karena menghabiskan anggaran hingga Rp 9
miliar. Sementara, layanan di bidang itu belum maksimal. Ini mengingat
pembuatan kartu tanda penduduk (KTP) di Kota Surabaya pada tahun itu masih
banyak kekurangannya. Pembuatan Kartu Susunan Keluarga (KSK) masih lebih
dari seminggu.
“Saya
menilai biaya yang dikeluarkan Pemkot masih belum berbanding lurus dengan
layanan kepada masyarakat dalam pelayanan di bidang adminitrasi kependudukan.
Sebab, biaya Rp 9 miliar sangat besar, sedangkan di sana-sini masih banyak
layanan yang buruk,” kata Ketua Pansus Raperda Administrasi Kependudukan DPRD
Kota Surabaya Agus Santoso, Selasa (26/4).
Menurut dia,
laporan Dispenduk Capil atas keberhasilannya membuat layanan administrasi
kependudukan yang menjadi dasar laporan pertanggungjawaban (LKPj) walikota 2010
dianggap layak, maka hal itu hanya asal Ibu Walikota senang. ”Saya menilai data
Dispendukcapil yang dibacakan walikota hanya untuk ibu (wali kota) senang.
Padahal fakta di lapangan tidak seperti itu,” kata Agus yang juga anggota
Komisi C.
Berdasar reses yang ia jalankan belum lama ini banyak keluhan masyarakat seputar lamanya waktu pengurusan administrasi kependudukan. ”Untuk mengurus kartu keluarga saja dibutuhkan 5 hari, tapi faktanya di lapangan masih sebulan dan bahkan bisa molor,” ujarnya.
Berdasar reses yang ia jalankan belum lama ini banyak keluhan masyarakat seputar lamanya waktu pengurusan administrasi kependudukan. ”Untuk mengurus kartu keluarga saja dibutuhkan 5 hari, tapi faktanya di lapangan masih sebulan dan bahkan bisa molor,” ujarnya.
Sementara
Walikota Tri Rismaharini dalam rapat paripurna DPRD Surabaya, Senin
(25/4) mengatakan, Pemkot Surabaya telah melaksanakan tertib administrasi
dan meningkatkan pelayanan administrasi kependudukan.
Konsekuensinya,, realisasi belanja program peningkatan pelayanan kependudukan
dan pencatatan sipil tahun 2010 mencapai Rp 9,1 miliar atau 66 persen dari
jumlah yang dianggarkan Rp 13,7 miliar. “Pada tahun 2010, jumlah keluarga
yang seharusnya memiliki kartu keluarga tercatat 818.677 keluarga dan semuanya
telah terealisasi,” katanya.
Selain itu,
Risma panggilan akrab Tri rismaharini juga memamerkan keberhasilan pencapaian
sasaran tertib adminitrasi berikut peningkatan pelayanan. Indikasi tertib
administrasi kependudukan bisa dilihat dari 2.232.046 jiwa penduduk kota
Surabaya selama 2010, yang memiliki KTP tercatat 1.924.283 jiwa atau 86 persen.
Risma
menambahkan, pada 2010 jumlah bayi yang seharusnya memiliki akte kelahiran
tercatat 21.180 jiwa dan dari jumlah tersebut yang memiliki akte kelahiran
sebanyak 18.765 jiwa atau sudah mencapai 88,60 persen. Untuk penerbitan akte
kematian, pada 2010 yang memiliki akte kematian sebanyak 4.591 orang.
”Kondisi
tersebut menunjukan bahwa tingkat kesadaran warga untuk mengurus akte kematian
masih rendah, mengingat yang mengurus akte kematian hanya masyarakat yang
memiliki tujuan tertentu seperti kepentingan untuk pengurusan warisan,”
katanya.
Ia
menambahkan, meningkatnya pelayanan administrasi kependudukan dengan
indikator rata-rata tenggang waktu penyelesaian pengurusan KTP, Kartu Keluarga,
Akte Kelahiran dan Akte Kematian telah sesuai dengan Perda No. 2/2007 tentang
Penyelenggaraan dan Pencatatan Sipil.
Rata-rata untuk penyelesaian pengurusan KTP
membutuhkan waktu satu hari, kartu keluarga 5 hari, akte kelahiran dan akte
kematian 6 hari, dengan asumsi semua persyaratan lengkap.
Senin, 02 Mei 2011
Layanan KTP Mobile di Jakarta Utara
SUKU Dinas (Sudin) Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Jakarta
Utara melakukan pelayanan KTP mobile (keliling) di Kelurahan Sunter
Jaya, Jakarta Utara, akhir pekan lalu. Pelayanan KTP keliling ini
dilaksanakan dari pukul 10.00-15.00 WIB. Dalam pelayanan KTP mobile ini,
Sudin Dukcapil memberikan layanan terhadap 323 pemohon, yang terdiri
dari 78 pemohon kartu tanda penduduk (KTP), 228 pemohon kartu keluarga
(KK), dan menerbitkan 17 akta lahir.
Kepala Suku Dinas (Kasudin) Dukcapil, Jakarta Utara, Edison Sianturi, mengatakan layanan KTP mobile yang diselenggarakan hari itu merupakan layanan KTP mobile putaran ketujuh.
Suku Dinas Dukcapil Jakarta Utara telah memberikan layanan kepada 1.375 pemohon. Rincian adalah 583 orang mendapatkan layanan KTP gratis, 733 pemohon KK, dan 59 akta lahir.
Kepala Suku Dinas (Kasudin) Dukcapil, Jakarta Utara, Edison Sianturi, mengatakan layanan KTP mobile yang diselenggarakan hari itu merupakan layanan KTP mobile putaran ketujuh.
Suku Dinas Dukcapil Jakarta Utara telah memberikan layanan kepada 1.375 pemohon. Rincian adalah 583 orang mendapatkan layanan KTP gratis, 733 pemohon KK, dan 59 akta lahir.
Langganan:
Postingan (Atom)