Tingginya angka kecelakaan transportasi tidak bisa dipisahkan dari
rendahnya kebiasaan (behaviour) dan budaya keselamatan dalam berkendara.
Hal itu terjadi bukan hanya di kalangan pengguna kendaraan pribadi
namun juga di kalangan pilot dan nahkoda kapal. Untuk itu Kementerian
Perhubungan harus bekerja keras melakukan penyadaran pentingnya
keselamatan berkendara.
"Diperlukan gerakan massive untuk mengubah kebiasaan dan budaya yang
abai terhadap keselamatan," tegas Anggota Komisi V DPR RI, Yudi Widiana
Adia, kepada Liputan6.com di Jakarta, Senin (10/10) ketika ditanya
mengenai tingginya angka kecelakaan di Indonesia.
Yudi mencontohkan masih banyaknya pilot, nakhoda, ataupun pihak pengawas
yang tidak mengecek ulang kondisi pesawat atau kapal sebelum berangkat.
Pengecekkan banyak yang dilakukan hanya di atas kertas. Belum lagi
sikap penerbang atau nakhoda ketika cuaca buruk menerpa pesawat atau
kapal yang sudah mengarungi setengah perjalanan misalnya.
Seharusnya sesuai prosedur, jika cuaca sangat membahayakan, jangan
diterjang atau meneruskan perjalanan. Faktanya tidak sedikit yang
memilih nekad melanjutkan perjalanan. "Rendahnya kesadaran akan
keselamatan berkendara semacam itu tidak terlepas dari minimnya gerakan
penyadaran maupun pengawasan yang tegas dari pihak terkait dalam hal ini
Kementerian Perhubungan," tuturnya.
Dalam hal pengawasan, Yudi menyarankan ada tes psikologi rutin. Misalnya
setiap dua tahun untuk para pilot dan nakhoda. Kemudian dilakukan audit
dua tahunan terkait kelayakan pesawat atau kapal, di samping pengawasan
rutin lainnya. "Bahkan setiap periode tertentu, pilot diberi jadwal
refreshing untuk menghilangkan kejenuhan akibat rutinitas," ujar Yudi.
Angka kecelakaan transportasi di Indonesia memang sangat
mengkhawatirkan. Berdasarkan data Kementerian Perhubungan, hingga 31
Agustus 2011 telah terjadi 2.998 kecelakaan transportasi yang
mengakibatkan 490 orang tewas dan 811 orang luka berat serta 2.027 orang
luka ringan
DESA : KEBUNDADAP TIMUR - KECAMATAN: SARONGGI - KABUPATEN: SUMENEP - Berkarya demi terwujudnya masyarakat informatif sebagai dasar bagi pembentukan masyarakat madani yang sehat, cerdas, trampil, kreatif, inovatif, produktif dan mandiri.
Tampilkan postingan dengan label Informasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Informasi. Tampilkan semua postingan
Senin, 10 Oktober 2011
Jumat, 30 September 2011
Cara Gampang Memeras Jeruk
Ketika membuat jus jeruk, seringkali kita tak bisa memeras semua sari
yang ada di dalam buah. Penyebabnya, mungkin karena buahnya tergolong
keras, atau Anda kurang kuat memerasnya.Untuk mendapatkan semua
sari jeruk sampai tetes terakhir, masukkan jeruk atau lemon ke dalam
microwave. Panaskan selama 10 menit. Panas ini bisa membuat kulit dan
daging buah jeruk menjadi lebih lunak dan dinding sel jeruknya menjadi
lebih rapuh sehingga semua sari jeruk mudah diperas.
Setelah itu, potong jeruk melawan seratnya, sehingga jeruk lebih mudah diperas. Dengan menggunakan satu tangan di antara mangkuk, peras jeruk perlahan sehingga biji jeruk terkumpul ditangan Anda dan sari jeruknya mengalir ke dalam mangkuk.
Setelah itu, potong jeruk melawan seratnya, sehingga jeruk lebih mudah diperas. Dengan menggunakan satu tangan di antara mangkuk, peras jeruk perlahan sehingga biji jeruk terkumpul ditangan Anda dan sari jeruknya mengalir ke dalam mangkuk.
Jumat, 01 Juli 2011
5 Trik Make-up Segar Alami
Terlalu banyak riasan bisa membuat wajah terlihat lebih tua. Padahal,
bisa jadi Anda sedang butuh bala bantuan untuk tampil lebih cantik
sementara kondisi Anda sedang lelah-lelahnya. Untuk itu, Anda perlu
sedikit trik agar wajah bisa menjadi lebih segar dalam beberapa menit
saja. Coba trik andalan dari Bobbi Brown, penata rias dan pemilik brand kosmetik terkenal di dunia ini. Simpel dan efeknya seketika!
1. Selalu pakai pelembab
Awali ritual make-up dengan mengoleskan pelembab di wajah. "Produk ini akan membuat make-up dapat menempel dengan merata," kata Brown. Selain itu, ia juga menganjurkan Anda untuk memilih pelembab yang mengandung tabir surya. "Biarkan pelembab meresap dulu di kulit selama satu menit, kemudian baru aplikasikan make-up," sarannya lagi.
2. Samarkan area mata dan sekitarnya
Jika Anda sering memakai concealer, jangan hanya mengaplikasikannya di area bawah mata. "Pakai juga di area lain, seperti di dekat bulu mata dan di sudut dalam kelopak mata," kata Brown. "Gunakan jari manis Anda untuk menekan-nekan concealer, agar dapat membaur sempurna dengan kulit."
3. Cermati foundation
Pilihlah alas bedak yang warnanya bisa membaur dengan warna kulit Anda. Gunakan spons untuk membuat titik di area hidung dan dagu, kemudian baurkan ke arah luar. Lewati area dahi dan pipi untuk menciptakan kesan yang lebih alami.
4. Pakai dua jenis blush
Untuk mencari warna perona pipi yang tepat, ambillah warna yang merona kemerahan dan alami. "Aplikasikan dari area bulat di bagian tulang pipi, kemudian ke arah atas hingga garis rambut, kemudian turun ke arah bawah sedikit," kata Brown. Oleskan tipis-tipis, kemudian setelahnya aplikasikan satu blush lagi dengan versi warna lebih terang sedikit dengan blush pertama. Aplikasikan di area bulat di bagian tulang pipi Anda.
5. Beri sentuhan akhir
Agar tampilan wajah secara keseluruhan terlihat lebih segar, akhiri ritual rias Anda dengan mengaplikasikan bubuk bronzer dengan menggunakan kuas yang besar. Pilih jenis bronzer yang sesuai dengan warna kulit Anda, agar terlihat lebih natural.
1. Selalu pakai pelembab
Awali ritual make-up dengan mengoleskan pelembab di wajah. "Produk ini akan membuat make-up dapat menempel dengan merata," kata Brown. Selain itu, ia juga menganjurkan Anda untuk memilih pelembab yang mengandung tabir surya. "Biarkan pelembab meresap dulu di kulit selama satu menit, kemudian baru aplikasikan make-up," sarannya lagi.
2. Samarkan area mata dan sekitarnya
Jika Anda sering memakai concealer, jangan hanya mengaplikasikannya di area bawah mata. "Pakai juga di area lain, seperti di dekat bulu mata dan di sudut dalam kelopak mata," kata Brown. "Gunakan jari manis Anda untuk menekan-nekan concealer, agar dapat membaur sempurna dengan kulit."
3. Cermati foundation
Pilihlah alas bedak yang warnanya bisa membaur dengan warna kulit Anda. Gunakan spons untuk membuat titik di area hidung dan dagu, kemudian baurkan ke arah luar. Lewati area dahi dan pipi untuk menciptakan kesan yang lebih alami.
4. Pakai dua jenis blush
Untuk mencari warna perona pipi yang tepat, ambillah warna yang merona kemerahan dan alami. "Aplikasikan dari area bulat di bagian tulang pipi, kemudian ke arah atas hingga garis rambut, kemudian turun ke arah bawah sedikit," kata Brown. Oleskan tipis-tipis, kemudian setelahnya aplikasikan satu blush lagi dengan versi warna lebih terang sedikit dengan blush pertama. Aplikasikan di area bulat di bagian tulang pipi Anda.
5. Beri sentuhan akhir
Agar tampilan wajah secara keseluruhan terlihat lebih segar, akhiri ritual rias Anda dengan mengaplikasikan bubuk bronzer dengan menggunakan kuas yang besar. Pilih jenis bronzer yang sesuai dengan warna kulit Anda, agar terlihat lebih natural.
Kamis, 09 Juni 2011
PEMKAB SUMENEP MINTA LEMBAGA PENDIDIKAN TANAMKAN NILAI-NILAI PANCASILA
Pemerintah Kabupaten Sumenep berharap lembaga pendidikan, mulai Sekolah
Dasar hingga Sekolah Menengah Atas (SMA) untuk menamkan nilai-nilai
Pancasila pada siswa.
Sekretaris Daerah Kabupaten Sumenep, Drs. H. Moh. Saleh, MM, Kamis (09/06) mengatakan, lembaga pendidikan perlu menyediakan waktu untuk memberikan pelajaran khusus tentang pancasila agar siswanya memahamani dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupannya.
Sebab akhir-akhir ini, pemahaman dan pengamalan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan masyarakat mulai menurun, Sehingga dengan fenomena tersebut, lembaga pendidikan mempunyai kewajiban untuk membangun karakter bangsa pada siswanya.
”Saat ini memang nilai-nilai Pancasila kesakralannya mulai berkurang ditengah-tengah masyarakat, sehingga lembaga pendidikan harus membangun nilai-nilai pancasila pada siswanya guna membangun karekter bangsa,”tegasnya.
Sekretaris Daerah Kabupaten Sumenep menyatakan, jika pendidikan Pancasila tidak menjadi kurikulum mata pelajaran pendidikan tersendiri namun masih bergabung dengan Pendidikan Kewarganegaraan (PKN), diharapkan lembaga pendidikan membuat jadwal khusus untuk memberikan pelajaran pendidikan Pancasila pada siswanya.
Salah satunya lembaga pendidikan bisa memasukkan pendidikan Pancasila dalam satu ekstra kurikuler di lembaganya.
”Ini kemungkinan yang harus dilakukan lembaga pendidikan agar siswanya bisa mendapatkan pendidikan Pancasila secara khusus dalam ekstra kulikuler,
Sekretaris Daerah Kabupaten Sumenep, Drs. H. Moh. Saleh, MM, Kamis (09/06) mengatakan, lembaga pendidikan perlu menyediakan waktu untuk memberikan pelajaran khusus tentang pancasila agar siswanya memahamani dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupannya.
Sebab akhir-akhir ini, pemahaman dan pengamalan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan masyarakat mulai menurun, Sehingga dengan fenomena tersebut, lembaga pendidikan mempunyai kewajiban untuk membangun karakter bangsa pada siswanya.
”Saat ini memang nilai-nilai Pancasila kesakralannya mulai berkurang ditengah-tengah masyarakat, sehingga lembaga pendidikan harus membangun nilai-nilai pancasila pada siswanya guna membangun karekter bangsa,”tegasnya.
Sekretaris Daerah Kabupaten Sumenep menyatakan, jika pendidikan Pancasila tidak menjadi kurikulum mata pelajaran pendidikan tersendiri namun masih bergabung dengan Pendidikan Kewarganegaraan (PKN), diharapkan lembaga pendidikan membuat jadwal khusus untuk memberikan pelajaran pendidikan Pancasila pada siswanya.
Salah satunya lembaga pendidikan bisa memasukkan pendidikan Pancasila dalam satu ekstra kurikuler di lembaganya.
”Ini kemungkinan yang harus dilakukan lembaga pendidikan agar siswanya bisa mendapatkan pendidikan Pancasila secara khusus dalam ekstra kulikuler,
Kamis, 02 Juni 2011
Menggunakan Ponsel Sembarangan Bisa Berbahaya
Banyak kasus kecelakaan lalu lintas yang terjadi karena seseorang menggunakan telepon seluler atau ponsel saat mengemudikan kendaraan. Konsentrasi seseorang akan berkurang saat mengemudikan kendaraan sambil bertelepon, apalagi jika dalam kecepatan tinggi. Itu sebabnya di banyak negara, penggunaan ponsel selama mengemudikan kendaraan dilarang dan bisa dikenai sanksi pidana.
Penggunaan ponsel bisa mengganggu konsentrasi dan menjadi faktor penyebab kecelakaan lalu lintas.
Di Indonesia sendiri mulai disosialisasikan dalam Undang-Undang Lalu Lintas
yaitu UU No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas. Di dalamnya terdapat
pasal yang berhubungan dengan penggunaan ponsel yaitu Pasal 106 ayat 1
yaitu "Setiap pengendara wajib menjalankan kendaraannya dengan konsentrasi".
Penggunaan ponsel bisa mengganggu konsentrasi dan menjadi faktor
penyebab kecelakaan lalu lintas. Itu sebabnya penggunaan ponsel saat
mengemudikan kendaraan bisa termasuk pelanggaran terhadap UU tersebut.
Bahkan menurut penelitian, pengendara yang berbicara menggunakan ponsel
di kendaraan sama lengahnya dengan orang yang sedang mabuk. Selain
itu, menggunakan ponsel di pesawat juga dianggap membahayakan. Dalam
buku panduan berbagai perangkat selular mencantumkan petunjuk untuk
mematikan perangkat selular di dalam pesawat karena bisa menyebabkan
gangguan terhadap perangkat navigasi pesawat. Dalam UU ITE Pasal 33 juga
mencantumkan larangan serupa yang berbunyi "Setiap Orang dengan sengaja
dan tanpa hak atau melawan hukum melakukan tindakan apa pun yang
berakibat terganggunya Sistem Elektronik dan/atau mengakibatkan Sistem
Elektronik menjadi tidak bekerja sebagaimana mestinya."Penggunaan ponsel secara sembarangan juga bisa menyebabkan berbagai problem lainnya. Misalnya merekam adegan yang tidak senonoh dengan kamera ponsel bahkan mengirimkannya kepada orang lain. Lalu dengan mudah foto tersebut dikirimkan lagi kepada orang lain sehingga menyebar dengan cepat.
Selasa, 31 Mei 2011
MANFAAT KULIT PISANG
Kulit pisang
sering membuat orang jatuh terpeleset saat menginjaknya, sehingga dianggap
sebagai sampah yang paling menyebalkan. Padahal sebenarnya kulit pisang punya
beragam manfaat, mulai dari mengobati kutil hingga mengkilapkan sepatu.
Salah satu manfaatnya seperti yang pernah ditulis detikHealth adalah memurnikan air. Menurut sebuah penelitian di jurnal Industrial & Engineering Chemistry Research, kulit pisang bisa menyaring logam berat terutama timbal (Pb) dan tembaga (Cu).
Dalam penelitian tersebut, kulit pisang yang digunakan tidak dimodifikasi melainkan hanya dicincang kecil-kecil lalu dimasukkan ke dalam air ayng tercemar. Cincangan kulit pisang bisa dugunakan hingga 11 kali tanpa kehilangan kemampuannya untuk menyerap logam berat.
Sementara itu dikutip dari Re-nest.com, Minggu (13/3/2011), masih banyak manfaat lain dari kulit pisang selain untuk memurnikan air. Beberapa di antaranya adalah sebagai berikut:
1. Meredakan nyeri
Minyak nabati yang terkandung dalam kulit pisang punya senyawa tertentu yang berkhasiat sebagai pereda nyeri. Tempelkan kulit pisang yang bersih dan masih segar untuk mengurangi rasa nyeri pada luka bakar atau tergores.
2. Mengatasi gatal
Gatal-gatal akibat gigitan serangga atau alergi ringan bisa diatasi dengan kulit pisang. Caranya cukup dengan menempelkannya di permukaan kulit yang terasa gatal.
3. Mengobati kutil
Kulit pisang diyakini punya aktivitas antivirus, sehingga banyak yang menggunakannya untuk mengusir kutil dari permukaan kulit. Caranya dengan menempelkan kulit pisang, lalu ditahan dengan plester dan dibiarkan hingga sembuh dengan sendirinya.
4. Mempercepat kesembuhan luka
Luka yang sudah mulai kering terasa gatal karena tertutup serpihan kulit mati yang mengeras. Serpihan itu bisa dihilangkan lebih cepat hanya dengan mengoleskan kulit pisang, karena akan bereaksi dengan enzim yang terkandung di dalamnya.
5. Menyuburkan tanah
Tidak hanya untuk campuran kompos, kulit pisang bisa langsung ditimbun begitu saja ke dalam tanah untuk menyuburkan tanaman di sekitarnya. Kulit pisang memiliki kandungan potassium yang sangat dibutuhkan dalam pertumbuhan tanaman.
6. Mengkilapkan tanaman hias
Berbagai tanaman hias semacam anthurium, gelombang cinta dan sejenisnya akan lebih menarik jika daunnya tampak hijau mengkilap. Gunakan sisi dalam kulit pisang yang teksturnya lunak untuk memolesnya, maka dedaunan itu akan mengkilap dan lebih tahan lama.
7. Mengkilapkan sepatu
Tidak perlu panik jika suatu saat kehabisan semir sepatu, asalkan ada pisang di lemari es. Kupas buahnya, lalu gunakan kulitnya untuk memoles sepatu kulit agar tampak mengkilap seperti habis disemir.
Salah satu manfaatnya seperti yang pernah ditulis detikHealth adalah memurnikan air. Menurut sebuah penelitian di jurnal Industrial & Engineering Chemistry Research, kulit pisang bisa menyaring logam berat terutama timbal (Pb) dan tembaga (Cu).
Dalam penelitian tersebut, kulit pisang yang digunakan tidak dimodifikasi melainkan hanya dicincang kecil-kecil lalu dimasukkan ke dalam air ayng tercemar. Cincangan kulit pisang bisa dugunakan hingga 11 kali tanpa kehilangan kemampuannya untuk menyerap logam berat.
Sementara itu dikutip dari Re-nest.com, Minggu (13/3/2011), masih banyak manfaat lain dari kulit pisang selain untuk memurnikan air. Beberapa di antaranya adalah sebagai berikut:
1. Meredakan nyeri
Minyak nabati yang terkandung dalam kulit pisang punya senyawa tertentu yang berkhasiat sebagai pereda nyeri. Tempelkan kulit pisang yang bersih dan masih segar untuk mengurangi rasa nyeri pada luka bakar atau tergores.
2. Mengatasi gatal
Gatal-gatal akibat gigitan serangga atau alergi ringan bisa diatasi dengan kulit pisang. Caranya cukup dengan menempelkannya di permukaan kulit yang terasa gatal.
3. Mengobati kutil
Kulit pisang diyakini punya aktivitas antivirus, sehingga banyak yang menggunakannya untuk mengusir kutil dari permukaan kulit. Caranya dengan menempelkan kulit pisang, lalu ditahan dengan plester dan dibiarkan hingga sembuh dengan sendirinya.
4. Mempercepat kesembuhan luka
Luka yang sudah mulai kering terasa gatal karena tertutup serpihan kulit mati yang mengeras. Serpihan itu bisa dihilangkan lebih cepat hanya dengan mengoleskan kulit pisang, karena akan bereaksi dengan enzim yang terkandung di dalamnya.
5. Menyuburkan tanah
Tidak hanya untuk campuran kompos, kulit pisang bisa langsung ditimbun begitu saja ke dalam tanah untuk menyuburkan tanaman di sekitarnya. Kulit pisang memiliki kandungan potassium yang sangat dibutuhkan dalam pertumbuhan tanaman.
6. Mengkilapkan tanaman hias
Berbagai tanaman hias semacam anthurium, gelombang cinta dan sejenisnya akan lebih menarik jika daunnya tampak hijau mengkilap. Gunakan sisi dalam kulit pisang yang teksturnya lunak untuk memolesnya, maka dedaunan itu akan mengkilap dan lebih tahan lama.
7. Mengkilapkan sepatu
Tidak perlu panik jika suatu saat kehabisan semir sepatu, asalkan ada pisang di lemari es. Kupas buahnya, lalu gunakan kulitnya untuk memoles sepatu kulit agar tampak mengkilap seperti habis disemir.
Minggu, 22 Mei 2011
PEMERINTAH KABUPATEN SUMENEP TOLAK LEGALISASI TANAMAN GANJA
Pemerintah Kabupaten Sumenep menolak legalisasi tanaman ganja, seperti
keinginan sekelompok warga masyarakat yang tergabung dalam Lingkar Ganja
Nusantara.
Bupati Sumenep, Drs. KH. A. Busyro Karim, M.Si mengatakan, mudah-mudahan usaha kelompok warga masyarakat yang ingin melegalkan tanaman ganja di Indoensia tidak terjadi, sebab jenis pohon tersebut, termasuk jenis narkoba, yang keberadaannya harus tetap dilarang, kecuali untuk pengobatan yang harus sesuai dengan kebutuhan dan prosedur.
Pihaknya menilai apabila tanaman ganja dilegalkan, bisa mengakibatkan pemuda dan remaja keranjingan menghisap ganja, sehingga merusak masa depan generasi bangsa.
”Banyak tantangan yang dihadapi pemuda dan remaja dimasa mendatang, sehingga kalau pohon ganja dilegalkan dan bebas ditanam wilayah Indonesia, saya tidak bisa membayangkan nasib pemuda dan pelajar dalam kurun waktu 10 hingga 25 tahun kedepan,”tegasnya.
Bupati berharap semua pihak terkait untuk merapatkan bariasan, guna menolak legalisasi tanaman ganja sekaligus tidak memberikan ruang bagi pihak manapun yang ingin melegalkan tanaman ganja.
”Dengan kekuatan yang ada di Indonesia ini, mari kita bersama-sama jangan memberikan ruang pada pihak yang ingin melegalkan tanaman ganja, mengingat jenis tanaman tersebut bisa merusak pemuda dan remaja,”ungkpanya.
Bupati menyatakan, hingga detik ini, pihaknya belum mendengar dan mendeteksi ada sekelompok warga masyarakat yang ingin melegalkan tanaman ganja. Dan pihaknya juga belum melakukan koordiansi dengan pihak terkait untuk menutup ruang untuk legalisasi tanaman ganja.
”Kami memang belum melakukan koordinasi dengan pihak kepolisian dan Kodim 0827 Sumenep terkiat dengan adanya legalisasi tanaman ganja, sebab baru mendengar ada sekelompok warga masyarakat yang menginginkan pemerintah melegalkan tanaman ganja.
Bupati Sumenep, Drs. KH. A. Busyro Karim, M.Si mengatakan, mudah-mudahan usaha kelompok warga masyarakat yang ingin melegalkan tanaman ganja di Indoensia tidak terjadi, sebab jenis pohon tersebut, termasuk jenis narkoba, yang keberadaannya harus tetap dilarang, kecuali untuk pengobatan yang harus sesuai dengan kebutuhan dan prosedur.
Pihaknya menilai apabila tanaman ganja dilegalkan, bisa mengakibatkan pemuda dan remaja keranjingan menghisap ganja, sehingga merusak masa depan generasi bangsa.
”Banyak tantangan yang dihadapi pemuda dan remaja dimasa mendatang, sehingga kalau pohon ganja dilegalkan dan bebas ditanam wilayah Indonesia, saya tidak bisa membayangkan nasib pemuda dan pelajar dalam kurun waktu 10 hingga 25 tahun kedepan,”tegasnya.
Bupati berharap semua pihak terkait untuk merapatkan bariasan, guna menolak legalisasi tanaman ganja sekaligus tidak memberikan ruang bagi pihak manapun yang ingin melegalkan tanaman ganja.
”Dengan kekuatan yang ada di Indonesia ini, mari kita bersama-sama jangan memberikan ruang pada pihak yang ingin melegalkan tanaman ganja, mengingat jenis tanaman tersebut bisa merusak pemuda dan remaja,”ungkpanya.
Bupati menyatakan, hingga detik ini, pihaknya belum mendengar dan mendeteksi ada sekelompok warga masyarakat yang ingin melegalkan tanaman ganja. Dan pihaknya juga belum melakukan koordiansi dengan pihak terkait untuk menutup ruang untuk legalisasi tanaman ganja.
”Kami memang belum melakukan koordinasi dengan pihak kepolisian dan Kodim 0827 Sumenep terkiat dengan adanya legalisasi tanaman ganja, sebab baru mendengar ada sekelompok warga masyarakat yang menginginkan pemerintah melegalkan tanaman ganja.
Kamis, 19 Mei 2011
BERHARAP BANTUAN DBHCHT 2011 TINGKATKAN KESEJAHTERAAN PETANI
Pemerintah Kabupaten Sumenep berharap bantuan pengembangan modal usaha
tembakau melalui Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT), bisa
meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan petani.
Bupati Sumenep, Drs. KH. A. Busyro Karim, M.Si pada acara sosialisasi bantuan modal pengembangan usaha DBHCHT 2011 di Hotel Safari Jaya Sumenep, Kamis (12/05) mengatakan, kelompok petani tembakau penerima bantuan modal DBHCHT dalam mengelola dana tersebut penuh dengan tanggung jawab.
Bahkan, harus memanfaatkan bantuan DBHCT tersebut sesuai dengan kebutuhannya, dalam rangka meningkatkan produktivitas dan kualitas komoditas tembakau yang mempunyai kadar nikotin rendah dan sesuai dengan kebutuhan pabrik tembakau, agar hasil produksi tembaku bisa mewujudkan peningkatan ekonomi dan kesejahteraan petani tembakau.
”Kami harapkan kelompok tani dengan bantuan pengembangan modal tersebut bisa meningkatkan pendapatannya, sekaligus mewujudkan kelompok tani mandiri yang berbasis bisnis, dan berkembang menjadi kelompok tani yang bermodal kuat untuk penanaman tembakau pada musim tanam selanjutnya,”jelasnya.
Bupati menyatakan, kelompok tani juga senantiasi berkoordinasi dengan pihak terkait, dalam rangka meningkatkan produktivitas dan kualitas tanaman tembakaunya.
”Selain itu, pihak terkait selalu berkoordinasi dengan gudang tembakau untuk mencari peluang pasar yang menguntungkan petani, agar gudang tembakau menerima produksi tembakau petani dengan harga yang layak,”ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Sumenep, Ir. Arief Rusdi mengatakan, bantuan modal pengembangan usaha kelompok petani tembakau DBHCHT 2011 sebanyak 130 kelompok, dan sebanyak 50 kelompok petani mendapat bantuan modal PAK pada tahun 2010.
”Masing-masing kelompok petani tembakau menerima kucuran dana sebesar Rp. 14.400.000,00 dan peralatan pasca panen, tapi untuk 50 kelompok petani yang terprogram pada PAK 2010, hanya menerima bantuan modal pengembangan usaha saja, sebab untuk bantuan peralatannya sudah menerima pada tahun lalu.
Bupati Sumenep, Drs. KH. A. Busyro Karim, M.Si pada acara sosialisasi bantuan modal pengembangan usaha DBHCHT 2011 di Hotel Safari Jaya Sumenep, Kamis (12/05) mengatakan, kelompok petani tembakau penerima bantuan modal DBHCHT dalam mengelola dana tersebut penuh dengan tanggung jawab.
Bahkan, harus memanfaatkan bantuan DBHCT tersebut sesuai dengan kebutuhannya, dalam rangka meningkatkan produktivitas dan kualitas komoditas tembakau yang mempunyai kadar nikotin rendah dan sesuai dengan kebutuhan pabrik tembakau, agar hasil produksi tembaku bisa mewujudkan peningkatan ekonomi dan kesejahteraan petani tembakau.
”Kami harapkan kelompok tani dengan bantuan pengembangan modal tersebut bisa meningkatkan pendapatannya, sekaligus mewujudkan kelompok tani mandiri yang berbasis bisnis, dan berkembang menjadi kelompok tani yang bermodal kuat untuk penanaman tembakau pada musim tanam selanjutnya,”jelasnya.
Bupati menyatakan, kelompok tani juga senantiasi berkoordinasi dengan pihak terkait, dalam rangka meningkatkan produktivitas dan kualitas tanaman tembakaunya.
”Selain itu, pihak terkait selalu berkoordinasi dengan gudang tembakau untuk mencari peluang pasar yang menguntungkan petani, agar gudang tembakau menerima produksi tembakau petani dengan harga yang layak,”ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Sumenep, Ir. Arief Rusdi mengatakan, bantuan modal pengembangan usaha kelompok petani tembakau DBHCHT 2011 sebanyak 130 kelompok, dan sebanyak 50 kelompok petani mendapat bantuan modal PAK pada tahun 2010.
”Masing-masing kelompok petani tembakau menerima kucuran dana sebesar Rp. 14.400.000,00 dan peralatan pasca panen, tapi untuk 50 kelompok petani yang terprogram pada PAK 2010, hanya menerima bantuan modal pengembangan usaha saja, sebab untuk bantuan peralatannya sudah menerima pada tahun lalu.
Selasa, 17 Mei 2011
Menikah Ideal Usia 20-35 untuk Wanita & 25-40 untuk Pria
Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) mewanti-wanti
agar tidak menikah di usia muda. Usia muda artinya, usia yang belum
matang secara medis dan psikologinya. Usia menikah ideal untuk perempuan
adalah 20-35 tahun dan 25-40 tahun untuk pria.
"Perlu dipertimbangkan medis dan psikologisnya. Untuk perempuan, idealnya menikah di usia 20-35 tahun. Sedangkan untuk laki-laki beda 5 tahun yakni 25-40 tahun," ujar Kepala BKKBN Sugiri Syarif dalam perbincangan dengan detikcom, Selasa (17/5/2011).
Dia menjelaskan, pada umur 20 tahun ke atas, organ reproduksi perempuan sudah siap mengandung dan melahirkan. Sedangkan pada usia 35 tahun mulai terjadi proses regeneratif.
"Secara psikologis umur 20 juga mulai matang, bisa mempertimbangkan secara emosional dan nalar. Sudah tahu menikah itu tujuannya apa, untuk apa. Kalau menikah di usia 12 tahun mana tahu menikah itu bagaimana," sambung Sugiri.
Kebanyakan yang terjadi, tambahnya, menikah dini dikarenakan terjepit masalah ekonomi. Hal ini banyak dijumpai di pedesaan dan daerah tertentu di Indonesia yang masih sangat memegang pemikiran lama, di mana perempuan tidak perlu mendapat pendidikan tinggi karena banyak bergulat di dapur, kasur dan sumur.
"Kalau sudah selesai sekolah (seperti SD atau SMP) banyak yang langsung dinikahkan. Masih ada orangtua yang bangga kalau anaknya menikah usia muda, apalagi jika pasangannya kaya dan terkenal," lanjut Sugiri.
Selain itu, masih ada orangtua yang merasa bangga jika anaknya menikah di usia muda meski harus tidak melanjutkan pendidikan. "Sepertinya ada sebuah kebanggan kalau anaknya 'laku' atau masih muda namun telah dipinang orang," imbuhnya.
Nah, sedangkan perempuan yang menikah di atas 35 tahun dan setelah itu hamil, maka harus lebih hati-hati menjaga kehamilannya. Kala hamil di usia lebih dari 35 tahun maka harus rajin-rajin memeriksakan kehamilan. Di usia itu, kehamilan kurang lebih sama rentannya dengan kehamilan perempuan dengan usia di bawah 20 tahun.
"Perlu dipertimbangkan medis dan psikologisnya. Untuk perempuan, idealnya menikah di usia 20-35 tahun. Sedangkan untuk laki-laki beda 5 tahun yakni 25-40 tahun," ujar Kepala BKKBN Sugiri Syarif dalam perbincangan dengan detikcom, Selasa (17/5/2011).
Dia menjelaskan, pada umur 20 tahun ke atas, organ reproduksi perempuan sudah siap mengandung dan melahirkan. Sedangkan pada usia 35 tahun mulai terjadi proses regeneratif.
"Secara psikologis umur 20 juga mulai matang, bisa mempertimbangkan secara emosional dan nalar. Sudah tahu menikah itu tujuannya apa, untuk apa. Kalau menikah di usia 12 tahun mana tahu menikah itu bagaimana," sambung Sugiri.
Kebanyakan yang terjadi, tambahnya, menikah dini dikarenakan terjepit masalah ekonomi. Hal ini banyak dijumpai di pedesaan dan daerah tertentu di Indonesia yang masih sangat memegang pemikiran lama, di mana perempuan tidak perlu mendapat pendidikan tinggi karena banyak bergulat di dapur, kasur dan sumur.
"Kalau sudah selesai sekolah (seperti SD atau SMP) banyak yang langsung dinikahkan. Masih ada orangtua yang bangga kalau anaknya menikah usia muda, apalagi jika pasangannya kaya dan terkenal," lanjut Sugiri.
Selain itu, masih ada orangtua yang merasa bangga jika anaknya menikah di usia muda meski harus tidak melanjutkan pendidikan. "Sepertinya ada sebuah kebanggan kalau anaknya 'laku' atau masih muda namun telah dipinang orang," imbuhnya.
Nah, sedangkan perempuan yang menikah di atas 35 tahun dan setelah itu hamil, maka harus lebih hati-hati menjaga kehamilannya. Kala hamil di usia lebih dari 35 tahun maka harus rajin-rajin memeriksakan kehamilan. Di usia itu, kehamilan kurang lebih sama rentannya dengan kehamilan perempuan dengan usia di bawah 20 tahun.
Kamis, 05 Mei 2011
KIM SINAR PELITA SUMENEP RAIH JUARA I LOMBA CCK
Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) Sinar Pelita Kabupaten Sumenep
meraih Juara pertama pada Lomba Cerdik Cermat Komunikatif (CCK) Kelompok
Informasi Masyarakat se Badan Koordinasi Wilayah (Bakorwil) Pamekasan
tahun 2011.
Kepala Bidang Jaringan Komunikasi Dinas Komunikasi dan Informatika Propinsi Jawa Timur, Dra. Isromi Farida, M.Si mengatakan, setelah melalui penilaian yang dilakukan dewan juri beberapa waktu lalu, sebanyak 4 Kabupaten terpilih sebagai peserta final Lomba Cerdik Cermat Komunikatif KIM tingkat Bakorwil Pamekasan.
Berdasarakan hasil keputusan dewan juri, akhirnya KIM Sinar Pelita Kabupaten Sumenep tampil sebagai Juara pertama, sehingga KIM Sinar Pelita terpilih sebagai duta Bakorwil Pamekasan pada grand final Pekan KIM tingkat Propinsi Jawa Timur 2011 bersama dengan pemenangan KIM Bakorwil lainnya di Jawa Timur.
“Juara I masing-masing KIM di tingkat Bakorwil berhak untuk tampil pada lomba Pekan KIM Jawa Timur 2011, dan pesertanya, yakni Juara I Bakorwil Pamekasan, Bakorwil Malang, Bakorwil Madiun dan Bakorwil Bojonegoro,”tegasnya.
Isromi Farida menyatakan, pada lomba Pekan KIM tingkat Jawa Timur 2011, masing-masing KIM diantaranya menampilkan potensi didaerahnya yang dikemas dalam pameran dan kegiatan KIM lainnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Sumenep, Drs. Miftahol Karim, MM mengungkapkan, agar penampilan KIM Kabupaten Sumenep tidak mengecewakan pada final lomba pekan KIM Jawa Timur tahun ini, pihaknya sudah berencana untuk meningkatkan pembinaan pada KIM Sinar Pelita.
“Pembinaan tersebut diantaranya yang terkait dengan kegiatan yang dilakukan oleh KIM Sinar Pelita, diantaranya potensi produk unggulan di Desa Kebundadap Timur Kecamatan Saronggi, pembinaan IT dan lainnya,”ungkapnya.
Miftahol Karim menambahkan, pada lomba Pekan KIM Propinsi Jawa Timur 2011, menargetkan KIM Sinar Pelita menjadi Juara pertama.
Sementara itu, Lomba Cerdik Cermat KIM se Bakorwil Pamekasan 2011, KIM Sinar Pelita Sumenep keluar sebagai Juara I dengan nilai 78,32, Juara II KIM Suka Maju Kabupaten Pamekasan dengan nilai 74,58, Juara III KIM Angrek Kertajaya Surabaya dengan nilai 71,17, dan sebagai Juara Harapan KIM Melati Kabupaten Sidoarjo dengan nilai 62.
Kepala Bidang Jaringan Komunikasi Dinas Komunikasi dan Informatika Propinsi Jawa Timur, Dra. Isromi Farida, M.Si mengatakan, setelah melalui penilaian yang dilakukan dewan juri beberapa waktu lalu, sebanyak 4 Kabupaten terpilih sebagai peserta final Lomba Cerdik Cermat Komunikatif KIM tingkat Bakorwil Pamekasan.
Berdasarakan hasil keputusan dewan juri, akhirnya KIM Sinar Pelita Kabupaten Sumenep tampil sebagai Juara pertama, sehingga KIM Sinar Pelita terpilih sebagai duta Bakorwil Pamekasan pada grand final Pekan KIM tingkat Propinsi Jawa Timur 2011 bersama dengan pemenangan KIM Bakorwil lainnya di Jawa Timur.
“Juara I masing-masing KIM di tingkat Bakorwil berhak untuk tampil pada lomba Pekan KIM Jawa Timur 2011, dan pesertanya, yakni Juara I Bakorwil Pamekasan, Bakorwil Malang, Bakorwil Madiun dan Bakorwil Bojonegoro,”tegasnya.
Isromi Farida menyatakan, pada lomba Pekan KIM tingkat Jawa Timur 2011, masing-masing KIM diantaranya menampilkan potensi didaerahnya yang dikemas dalam pameran dan kegiatan KIM lainnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Sumenep, Drs. Miftahol Karim, MM mengungkapkan, agar penampilan KIM Kabupaten Sumenep tidak mengecewakan pada final lomba pekan KIM Jawa Timur tahun ini, pihaknya sudah berencana untuk meningkatkan pembinaan pada KIM Sinar Pelita.
“Pembinaan tersebut diantaranya yang terkait dengan kegiatan yang dilakukan oleh KIM Sinar Pelita, diantaranya potensi produk unggulan di Desa Kebundadap Timur Kecamatan Saronggi, pembinaan IT dan lainnya,”ungkapnya.
Miftahol Karim menambahkan, pada lomba Pekan KIM Propinsi Jawa Timur 2011, menargetkan KIM Sinar Pelita menjadi Juara pertama.
Sementara itu, Lomba Cerdik Cermat KIM se Bakorwil Pamekasan 2011, KIM Sinar Pelita Sumenep keluar sebagai Juara I dengan nilai 78,32, Juara II KIM Suka Maju Kabupaten Pamekasan dengan nilai 74,58, Juara III KIM Angrek Kertajaya Surabaya dengan nilai 71,17, dan sebagai Juara Harapan KIM Melati Kabupaten Sidoarjo dengan nilai 62.
Langganan:
Postingan (Atom)


