BERANDA

Jumat, 29 April 2011

PEMBERDAYAAN UKM MASUK AGENDA PERTEMUAN ASEAN


JAKARTA: Indonesia akan mengangkat isu perkembangan usaha kecil menengah (UKM) pada pertemuan masyarakat Asean yang akan berlangsung pada 2 Mei 2011 di Gedung Smesco UKM Indonesia, Jakata Selatan.
I Wayan Dipta, Deputi Bidang Pengkajian Sumberdaya KUMKM Kementerian Koperasi dan UKM, mengatakan, Indonesia selaku tuan rumah pertemuan, berkepentingan langsung terhadap isu tersebut, sehingga mengedepankan tema tentang perkuatan UKM.
Tema yang diusung pada pertemuan tersebut adalah Towards Inproving Policy Regime for SME’s in The Asean. Pada awal acara tersebut, Wayan Dipta akan tampil pertama untuk mengawali pertemuan, dan direncanakan ditutup Menteri Koperasi dan UKM Sjarifuddin Hasan.
”Kenapa kita menangkat isu tentang perkembangan UKM? Karena selama ini 4 pilar dalam rangka menuju masyarakat Asean, yakni UKM, kurang tersentuh. Itu sebabnya Indonesia akan memilih pemberdayaan sektor riil,” ujar I Wayan Dipta kepada Bisnis, hari ini.
Adapun yang terkait langsung terhadap pengembangan UKM dari 4 pilar itu tercantum pada pilar ketiga, yakni pembangunan ekonomi secara merata di kawasan Asia Tenggara. Para pemimpin Asean bahkan dinilai belum memiliki perhatian khusus terhadap sektor ini.
Tema itu kata dia, sangat pantas diangkat, karena di Asean tercatat pelaku ekonomi masih didominasi oleh pelaku UKM hingga 96% lebih. Kontribusi UKM pada PDB masing-masing angota Asean bahkan mencapai 30-57%.
Dari sisi penyerapan tenaga kerja, sektor UKM mampu menjadi andalan karena persentasenya mencapai antara 50-98%. Akan tetapi, dari sisi ekspor, kontribusi UKM Asean masih mencapai angka antara 19-31%.
Melalui pertemuan antar masyarakat pelaku UKM Asia Tenggara ini, Wayan Dipta optimistis bisa menjadi batu loncatan ke depan. Sebab, setelah itu akan ditindaklanjuti demean pertemuan tingkat menteri oleh seluruh negara anggota.
“Kalau dalam konteks penjabaran 4 pilar tersebut tidak bisa menyentuh perkembangan UKM, berarti ada yang tidak sempurna dan ketinggalan. Oleh karena itu kita sebagai tuan rumah berupaya mengangkat kembali sehingga pada 2015 kekuatan perekonomian Asean bisa merata.”
Menurut Wayan, setelah pertemuan masyarakat UKM Asean selesai, dan dilanjutkan dengan pertemuan setingkat menteri, lalu akan dikeluarkan semacam rekomendasi kepada masing-masing Negara.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar